Blues Mewarnai Java Jazz 2010
March 8, 2010
INILAH.COM, Jakarta – Dalam penyelenggaraan Java Jazz 2010, ada dua band yang berspiritkan blues. Mereka adalah Gugun and Blues Shelter dan Andre Harihandoyo and Sonic People. Kedua band itu akan tampil memeriahkan Java Jazz di hari kedua (Sabtu (6/3).
Andre Harihandoyo and Sonic People dibentuk di Jakarta, Indonesia, pada pertengahan 2006, ketika sang vokalis/gitaris Andre Harihandoyo memutuskan untuk menaruh beberapa lagu yang telah ditulis dalam sepanjang hidupnya. Bukan hanya merekam lagu sendiri dengan gitar, ia memutuskan membawa beberapa instrumen lainnya pada beberapa lagu untuk membantu memberi ide-ide agar musiknya lebih mendalam.
Andre menemukan pemain bass Brian Jonathan dan multi instrumentalis Andreas Arianto, yang keduanya adalah musisi di scene musik lokal. Album berjudul Aerodyne telah diluncurkan pada 2006, dengan drumer Adit Nugroho yang sempat mengisi posisi drum selama beberapa bulan, sebelum akhirnya pergi dan digantikan oleh Tobias Ringga alias Ndut.
Begitu lagu mereka diputar ke dalam pemutar cakram padat, suara gitar akustik yang terdengar segera memberi sensasi menyejukkan kepada telinga yang mendengarkan. Mendengarkan lagu pertama The Break-up rasanya seperti mendengar soundtrack menenangkan film-film komedi romantis versi Hollywood untuk kalangan 30 tahunan.
Terdengar menyenangkan, catchy dengan nada pop yang sederhana, dan manis dibalut vokal Andre Harihandoyo yang empuk, seperti penggabungan antara pola folk pop Jack Johnson dan kontemplasi cinta John Mayer.
Melanjutkan perjalanan ke lagu kedua Justify” yang nakal dan juga I’ll Wait for You yang bernuansa jazz, rasa yang ada masih juga sama tanpa adanya kebosanan.
Hadirnya unsur instrumen seperti upright bass, clarinet, dan juga piano menambah ekpslorasi bagi karya satu ini, eksplorasi yang masih bertujuan sama, yakni memberikan nuansa rileks untuk dinikmati sembari bersantai.
Bagi yang sudah pusing kepala akibat macet di jalan, atau beban pekerjaan yang memadati isi pikiran, Good for the Soul adalah rekomendasi yang oocok untuk sedikit menetralisir.
Grup musik blues asal Indonesia Gugun and The Blues Shelter, yang terdiri atas Muhammad Gunawan (Gugun), John Armstrong (Jono), dan Adityo Wibowo (Bowie) telah mengelar tur di Kerajaan Inggris, Januari-Februari 2009.
Menurut Jono, alasan mereka menganti nama dari The Blues Bug menjadi Blue Hand Gang dan akhirnya menjadi The Blues Shelter, karena nama Blues Bug telah digunakan sejak 10 tahun oleh grup musik asal Yunani.
“Blues selama ini hanya jarang terekspos. Hanya dimainkan di bar atau pub, jadi seakan eksklusif. Padahal tidak begitu,” ujar Gugun, vokalis dan gitaris Gugun and Blues Shelter.
Padahal blues mengandung beragam aliran musik. Mulai dari rock, psychedelic, funk, hingga jazz. “Jadi aliran yang dipakai semua musisi saat ini, baik muda maupun tua,” tambah dia.
Dari segala genre musik yang ada, blues adalah yang paling purba. Kecuali klasik, hampir semua jenis musik terpengaruh musik ini, mulai pop, jazz, R&B, hingga hip-hop.
Tak ada catatan resmi kapan musik ini pertama kali diperdengarkan. Yang pasti, kaum budak di Amerika yang kerap memainkan musik jenis ini. “Ketika Adam dan hawa pertama kali bertatapan, sejak itulah blues lahir,” begitu kata John Lee Hooker, musisi blues yang lahir pada 1917.
Source: Inilah.com



