Penampilan Atraktif Gugun Blues Shelter di Bentara Budaya Jakarta
March 2, 2010
Gugun Blues Shelter boleh jadi merupakan band trio beraliran blues di Indonesia yang gaungnya paling terdengar sekarang ini. Setelah mengeluarkan beberapa album dan melanglang sampai luar negeri, kali ini mereka mengadakan Gig di Jakarta, tepatnya di Bentara Budaya Jakarta.
Hujan yang mendahului penampilan Gugun Blues Shelter, Kamis (21/1) malam lalu di Bentara Pentas Musik Bentara Budaya Jakarta (BBJ), tak jadi masalah. Bukannya sepi, malah disesaki ratusan penonton. Dinginnya udara malam bagai berubah menjadi hangat oleh permainan gitar Gugun yang mumpuni dan atraktif. Bahkan, ketika ditingkahi permainan drum oleh Aditya Wibowo (Bowie) sambil berdiri dan berputar di sekitar drum membuat goyangan para penonton yang berdiri dari tempat duduk semakin memanas.
Suasana seperti itu terjadi ketika Gugun Blues Shelter membawakan lagu terakhir, ”Funky Monkey”. Sebanyak 15 lagu yang dibawakan tanpa jeda sepertinya belum cukup bagi penonton yang umumnya penggila musik blues. Dibuka dengan nomor ”Soul of Fire” berlanjut dengan ”Follow the Steps”, ”Give Your Love”, ”Funk #1”, ”Rusty Man”, ”City Man” hingga lagu terakhir ”Funky Monkey” membuat penonton bergoyang di tempat duduk masing-masing dan memberikan pujian dengan tepukan tangan berkali-kali.
Gugun seperti sudah tahu kemauan penonton. Karena pada penampilan sebelumnya, 12 Maret 2009 di BBJ, penampilan Gugun yang luar biasa juga ditingkahi permintaan tambahan lagu oleh ratusan penonton. Gugun Blues Shelter yang pernah tampil sebagai pemuncak acara Blues & Rock Festival di Inggris, Januari 2009, mempersembahkan lagu tambahan, ”Let the Good Times Roll”.
Penampilan Gugun betul-betul mencapai klimaks. Irama blues rock membuat penonton tak tahan untuk tidak berjoget. Bahkan, pemetik bass Jon Armstrong asal Inggris sampai turun dari pentas dan bergabung dengan penonton yang tengah asyik berjoget. Sekitar 10 menit berjoget mengikuti irama musik blues yang mengentak dan menggetarkan, penonton masih teriak minta lagu tambahan. Gugun, Bowie, dan Jon hanya memberi hormat, pertunjukan berakhir.
Bukan kali ini saja penonton meminta tambahan lagu. Hampir selalu, di setiap pentas. Bahkan, ketika Gugun membuat penonton Jak Jazz 2008 terperangah ketika ia dan teman-temannya mengisi pentas luar festival tersebut bersama pemain keyboard senior, Abadi Soesman, penonton tiga kali meminta tambahan lagu.
Popularitas Gugun dan grup musik bluesnya tak seperti perjalanan artis Indonesia umumnya. Merayap di negeri sendiri baru kemudian mendunia. Gugun langsung mendunia terlebih dahulu. Setidaknya sudah tiga kali tampil di festival blues di Inggris dan Irlandia serta tampil di belasan kota di Inggris. Dulu kelompoknya bernama Gugun n Blues Bug, sekarang Gugun Blues Shelter.
Menarik musik blues Gugun yang bagai menyihir, di samping penampilannya yang atraktif, misalnya Gugun, yang merupakan perpaduan antara Lenny Kravitz dan Jimi Hendrix sambil ”menggendong” Stevie Ray Vaughn, juga lagu-lagu yang dibawakan ciptaan Gugun umumnya dengan tempo irama yang beragam. Ada blues fusion, blues funk, blues rock, hingga blues soul music. Memulai karier tahun 1994, Gugun sudah meluncurkanbeberapa diskografi, antara lain ”De Gun” (1999), ”Jalan Dua Arah” (Gitar Klinik II, 2004), ”Get the Bug” (2004), ”Turn It On” (2007).
Source: Bentara Budaya






baru semalem gw bener2 liat gugun main secara live di jakjazz. jadi speechless ngeliat sendiri gimana mereka jadi master of their domain. udah beberapa waktu ada buddy yang ngomporin bahwa gw musti liat mereka main. dan yeah, mereka emang ‘the real thing’, a lot more than just called them something..
Virtuoso..!!
TRIMAKASIH ATAS PUJIANNYA…..update always our schedule and latest news ya di website ini
and twitter @blues_shelter
cheers!!!
THX !!!
Siiiip banget, terus dan terus nge blues…!